📍 Jl. Dharmahusada Indah No. 47, Surabaya🕘 Senin–Sabtu 09.00–20.00 WIB · Minggu 10.00–17.00 WIB☎ +62 31 5993 2716
Gaya & Budaya

Tukang Sepatu New England Abad ke-19: Sejarah Pengrajin di Sekitar Rumah Tujuh Atap

Ketika Nathaniel Hawthorne menulis The House of the Seven Gables di Salem pada pertengahan abad ke-19, kawasan di sekitarnya sedang menjadi salah satu pusat produksi sepatu terbesar di Amerika Serikat. Kisah para pengrajin sepatu di era itu masih bergema hingga kini.

Lynn, Kota Sepatu

Kota Lynn, tidak jauh dari Salem, dikenal sebagai salah satu pusat industri sepatu Amerika pada abad ke-19. Awalnya produksi dilakukan di bengkel-bengkel kecil di belakang rumah, yang dikenal sebagai ten-footers karena ukurannya yang mungil.

Dari Tangan ke Mesin

Seiring revolusi industri, mesin jahit dan mesin penyatu sol mengubah cara sepatu dibuat. Produksi meningkat pesat, tetapi banyak pengrajin tradisional kehilangan pekerjaannya atau berpindah ke pabrik.

Cobbler dan Cordwainer

Dalam tradisi Inggris dan Amerika, istilah cordwainer merujuk pada pembuat sepatu baru dari kulit, sementara cobbler adalah tukang yang memperbaiki sepatu. Kini kedua istilah sering dipakai bergantian untuk menyebut ahli sepatu.

Teknik-teknik dasar seperti menjahit welt dan memasang hak masih digunakan oleh bengkel sepatu modern.

Warisan bagi Kita

Sejarah ini mengingatkan bahwa sepatu dulu dibuat untuk diperbaiki dan dipakai bertahun-tahun. Semangat itulah yang dihidupkan kembali oleh bengkel reparasi sepatu masa kini.

Mitra media: artikel ini merupakan kolaborasi konten bersama hawthornessevengables.com. Lihat layanan reparasi dan perawatan sepatu kami di beranda Bellaire Shoe Hospital.
#sejarah tukang sepatu#New England#Lynn Massachusetts#cobbler#House of the Seven Gables
A
Ayu Kirana Dewi

Tim Bellaire Shoe Hospital yang berbagi pengetahuan seputar perawatan, reparasi, sejarah, dan budaya sepatu dari meja kerja workshop kami.

💬